oleh

Pemkot Juga Punya Andil APBD-P 2020 Terhenti Pembahasan

MANADO, kanaal+

Perjalanan pembicaraan antara Banggar DPRD Manado dan TAPD Pemkot Manado sudah terhenti bebeberapa hari.

Kejadiannya, setelah palu diketuk Ketua DPRD Manado Dra Aaltje Dondokambey MKes Apt karena kesepakatan antar dua instansi tak peroleh kesepahaman soal APBD-P 2020.

Menurut personil Banggar DPRD Manado Jimmy Gosal SH MH mengatakan, keseriusan Pemkot mencabut anggaran Rp 300 miliar tak terjadi. Padahal, sudah disepakati lewat komunikasi bersama. Sehingga, telah memunculkan opini dari masyarakat menyalahkan lembaga DPRD.

“Ini merupakan kegagalan pemerintah Kota Manado sebagai pengguna anggaran,” kata Gosal, kemarin.

Anggapnya, pemerintah melalui TAPD Manado sendiri yang tidak komitmen dengan kesepakatan awal saat rapat Badan Musyawarah (Bamus) sebelum masuk tahap pembahasan.

Menurutnya, sudah disepakati sebelum dilakukan paripurna bahwa APBD-P akan dibahas usai paripurna, tapi tidak memasukkan pinjaman 300 Miliar yang turut dihadiri Sekot Manado.

Pun, saat paripurna juga kembali disampaikan sendiri oleh Walikota Manado dalam nota pengantar tidak ada pinjaman itu. Namun nyatanya tetap ada ketika perdana mulai dibahas.

Kentara terpasang ketika dimulai pembahasan dimana pinjaman itu masih ada di draf KUA PPAS. Banggar minta diubah dan dikeluarkan dulu pinjaman itu, baru kemudian lanjut bahas. Tapi pihak pemkot yang tak mau.

Sekretaris Fraksi PDIP ini lantas mengemukakan, jangan selalu salahkan DPRD atau fraksi-fraksi. Karena sudah jelas TAPD yang tak komitmen dan Banggar sarankan nanti pinjaman itu dimasukkan di APBD Induk.

“Mudah saja sebenarnya, jika tidak perlu ada persetujuan DPRD untuk pinjaman itu, silahkan pisahkan. Kemudian kita bahas APBD-P. Simple kan. Tapi pemkot sekali lagi tidak mau,” kuncinya. (dkum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed