oleh

Spot Paralayang Gunung Tumpa Beri Kesan Indah Dari Kemenpora RI

Foto : Perwakilan Kemenpora RI Drs Maifrizon MSi (ditengah, red) menerima keterangan sesaat sebelum terbang tandem di lokasi Paralayang Gunung Tumpa. (foto 1st)

MANADO, kanaal+

Lokasi layak mengangkasa khusus untuk paralayang di Gunung Tumpa jadi rekomendasi nasional setelah Asisten Deputi (Asdep) Bidang Olahraga dan Rekreasi Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI Drs Maifrizon MSi.

Dirinya datang mengunjungi lokasi ditemani peterjun nasional juga atlit paralayang Sulut Pingkan Natalia Mandagi, Sabtu (24/10).

Menurutnya, potensi pengembangan olahraga Paralayang di Sulut sangat ideal karena bagian wisata daerah juga.

“Gunung Tumpa sudah memberi kesan mendalam menekuni giat olahraga ini karena memiliki pemandangan yang sangat indah,” kata Maifrizon.

Lanjutnya, lokasi yang merupakan wilayah konservasi Taman Hutan Raya Gunung Tumpa HV Worang Manado dengan puncaknya 350 meter dari permukaan laut, memungkinkan jadi spot paralayang memang.

Menurutnya, kedatangan dirinya ikut memantau pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Paralayang yang diikuti puluhan siswa dengan instruktur dari Tumpa Paragliding School, Nixon Ray Ratag dan sudah klop juga.

“Pertama kali saya datang kemudian ikut terbang merasakan olahraga paralayang itu disini, sehingga sangat cocok semua,” imbuhnya yang terbang tandem dengan profesional Defit Sarengat.

Secara sisi ekonomi, dia berpendapat aksi-aksi paralayang dari Gunung Timpa berpeluang besar.

Pasalnya, para pemandu untuk tamu adalah profesional semua sehingga jadi rintisan munculnya lapangan pekerjaan.

Sekaligus, bakal jadi pendapatan langsung kepada pemerintah daerah melalui retribusi.

Untuk itu, memberi informasi kalau Manado punya spot paralayang yang mumpuni perlu digalakkan terus, tentu bersama pihak pemerintah dan lainnya bersinergi.

Mengutip dari penyampaian Mandagi bahwa Gunung Timpa sudah membuat kejuaraan paralayang tingkat dunia seperti 

venue Grand Final Paragliding Trip of Indonesia (TRoI) 2015-2016 Kejuaraan Dunia PGAWC 2017 yang diikuti atlet dari belasan negara dan berbagai event lainnya ini, telah melahirkan lebih dari 100 atlet paralayang baik lokal, nasional maupun mancanegara adalah sebuah jaminannya.

Ditambah lomba-lomba lokal dan nasional ternyata sering diselenggarakan.

“Pokoknya, cocok dikembangkan terus dan pasti dari Kemenpora memberi dukungan,” pungkasnya. 

Diketahui, Hutan Raya Gunung Tumpa ini memang dijadikan wahana olahraga dan wisata dirgantara. Tambah indah ketika terbang dan melihat hamparan laut dengan pulau-pulau seperti Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage dan Nain. (dkum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed