oleh

Mengarungi Sungai, Ragam Jenis Sampah Berhasil Diangkut FKPA Sulut

  

     Tim Dayung koordinasi FKPA Sulut          sesaat sebelum dan sesudah angkut sampah.

MANADO,kanaal+

Mengambil start di bawah Jembatan Kairagi, tim dayung dikoordinir Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Sulut mengambil sampah-sampah sepanjang aliran sungai yang membelah Manado, Rabu (4/11/2020).

Mereka dilepas Asisten Pemkot Manado mewakili Pemkot Manado dengan diawali penyerahan dayung pada salah satu tim tersebut.

“Sebanyak 13 perahu karet dengan enam orang diatasnya menyusur dan ini merupakan bagian program awal kepengurusan yang baru terbentuk,” kata Ketua FKPA Sulut Nanvie Tagah didampingi Ketua Harian drg Marvits Kanter.

Menurutnya, kekuatan tim sendiri berjumlah 76 orang ketika mengarungi sungai dan pengangkut sampah darat ada juga beraksi sebanyak 160 orang.

“Jumlah kekuatan besar memang, semoga ini maksimal mengurangi sampah di Manado,” ujarnya.

Sementara itu Kanter mengemukakan, para peserta datang dari perwakilan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dari seluruh kabupaten dan kota di Sulut.

Termasuk para Kelompok Pencinta Alam (KPA) serta penggiat alam di seluruh daerah nyiur melambai ini.

Dia berujar, kegiatan tersebut sebagai salah satu rangkaian juga dari peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu dan menyambut hari pahlawan 10 November nanti.

Tambah dia, rangkaian lain juga bakal dilakukan seperti sapu laut di perairan Manado-Bunaken, Jumat (6/11/2020), penanaman mangrove dan pohon di Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur Minut tepatnya di lokasi Pulau Napomanu (pulau kosong) juga di areal perkebunan yang oleh warga sekitar disebut Kaki Gunung Kolintang.

Ada pula donor darah di Hotel Peninsula Manado Senin (9/11/2020) dan tabur bunga di makam pahlawan pecinta alam pada Selasa (10/112020) mendatang.

“Seluruhnya jadi giat di pekan bakti FKPA Sulut di kepengurusan 2020 – 2023,” ungkapnya. (dvykumaat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed