oleh

Curhat Greysia Polii Tak Main di ALL England, Atlit Asing Bawa Cemilan Sampai Harus Pulang 23 Maret

 

MANADO,kanaal+news
Pasca dilarang main oleh panitia di Kejuaraan Bulutangkis tertua di dunia All England, para pemain Indonesia di karantina di kamar hotel namun dapat perhatian juga.
Greysia Polii misalnya, menerima kiriman makanan ringan oleh rekan seprofesinya Sapsiree Taerattanachai, Jongkolphan Kititharaku atlit putri Thailand dan dari Malaysia.
Atlit berdarah Manado-Sulut ini selalu dihubungi ketika harus Sapsiree dan kawan-kawannya mau makan apa saja nanti diantar petugas ke kamarnya.
Atlit peringkat 6 dunia ini, mengatakan cemilan seperti coklat ditawarkan. Di samping pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Inggris.
“Perhatian mereka sangat baik, karena merasa mengerti kondisi ketika sudah hadir tapi urung bertanding,”kata Polii yang live Instagram di kamar.
Bersama rekan ganda putrinya Apriyani Rahayu, Polii melakukan wawancara langsung lewat Instagram, Jumat (19/3/21).
Bukan hanya atlit negara tetangga juga prihatin, para pemain Eropah seperti Denmark mengungkapkan pula.
Meski sebelumnya, terjadi penyerangan via media sosial ke arah pemain Denmark dan beberapa negara lain.
Dimana, kedapatan dalam timnya ada yang positif, namun tetap bisa bertanding.
Hal tersebut memicu sengitnya tanggapan miring netizen asal Indonesia dan menyerang mereka di media sosial.
Namun setelah mendapat konfirmasi dari pihak berkompeten, warganet ada juga sudah mengerti.
Polii sempat mengkomunikasikan ke Hans Vittinghus dan Viktor Exelsen soal keadaan di jalur sosial media.
“Mereka sudah cukup matang ditempa di komen-komen dan sangat memahami semuanya,” aku Polii.
Diketahui, seluruh atlit bulutangkis dari Indonesia, terpaksa tak bisa bertanding dan memberi kemenangan cuma-cuma alias kalah Walk Out (WO) pada lawan tanding mereka.
Setelah, ketika datang ke Inggris, dalam pesawat terdeteksi salah seorang penumpang positif Covid-19.
Alhasil, meski sudah melangsungkan pertandingan hari pertama di All England, mereka diminta tak melanjutkan oleh otoritas kesehatan negara Ratu Elizabeth II tersebut.
Sehingga, mereka harus karantina sampai selesai sesuai ketentuan di negara tersebut.
Mengenai kepulangan tim, Polii kembali menyampaikan, kalau mereka harus terbang 23 Maret ini,  dimana keesokan harinya tidak ada jadwal penerbangan.
“Kalau tidak tanggal 23 itu, kami belum tahu jadwal bisa terbang pulang,” imbuh dia.
Mengenai keluarganya termasuk suaminya di Indonesia, dia menyebut, kalau semuanya mengomentari sangat rasional.
Kemudian untuk pasangan mainnya di ganda putri Apriani Rahayu, disampaikan sendiri kalau awalnya tak menerima.
“Sudah pasrah dan kini menerima meski awalnya susah,” ungkap Rahayu. DKum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed