oleh

Kloer : Pembangunan Pasar Buha Diselimuti Segudang Tanya

Para personil Pansus LKPJ Walikota Manado 2020 saat terlibat turlap di Pasar Buha.

MANADO,kanaal+news
Personil Pansus LKPJ Walikota 2020 Mona C Kloer SH MH mengatakan, temuan seperti pedagang diberhentikan secara sepihak dan penutupan Pasar Tuminting tiba saat tiba akal masih nampak.
Menurutnya, Pasar Buha tidak menjawab kebutuhan pedagang dan tidak membantu pemulihan ekonomi.
“Pedagang masih diwajibkan membayar sewa lapak. Padahal tidak ada pemasukan,” kata Kloer, Selasa (27/4).
Lanjutnya, keberadaan terminal yang dijanjikan pemkot untuk berbarengan dengan pasar, tidak direalisasikan. Sehingga sangat mempengaruhi pendapatan dari pedagang pasar.
 Pun, pedagang tidak nyaman berjualan. Karena TPA belum ditutup. Ini mengganggu kesehatan ditambah kemudian pedagang ternyata belum divaksin.
“Temuan-temuan tersebut pun langsung diminta klarifikasi pada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Manado dalam pembahasan LKPJ usai turlap,” imbuhnya.
Ketua DPC Gerindra Manado ini menuturkan dari pemaparan TAPD, untuk pemulihan ekonomi salah satunya ada pengadaan Pasar Buha yang nomenklaturnya hanya Pasar Buha. 
“Pertanyaan kami keberadaannya, anggarannya seperti apa. Apakah Rp 4,7 Miliar ini khusus pembangunan Pasar Buha atau seperti apa,” tanya dia. 
Dia menyebut pula, selain masih banyak keluhan pedagang urgensi keberadaan Pasar Buha tak nampak ada.
Lantas, apakah ada kaitanya dengan penanggulan covid atau tidak dengan kondisi pasar sampai kini sunyi.
Bersamaan itu, Kloer juga mempertanyakan anggaran yang ada khusus untuk fisik pembangunan pasar tersebut apakah bersumber langsung dari APBD Manado atau ada bantuan pemerintah pusat. “Tolong dirincikan. Supaya kami jelas. Kami sudah cek di lapangan,” pungkasnya DKum 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed