oleh

Kemenparekraf RI Gelar Sosialisasi dan Simulasi CHSE di Manado

 

Kemenparekraf RI Gelar Sosialisasi dan Simulasi CHSE di Manado

Pemateri dan peserta saat pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan simulasi

MANADO,kanaal+news
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia dalam bingkai wisata dirgantara khususnya paralayang hadir di Manado.
Hal tersebut untuk sosialisasi Cleaning Health Safety and Envirobment Sustainbility (CHSE).
Kegiatannya dilakukan di Hotel Four Points Manado, Rabu (19/5).
Sebanyak lebih dari 30 peserta mengiikutinya dimana  perwakilan komunitas, operator, pemilik lokasi wisata paralayang, Dinas Pariwisata Sulut dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulut didalamnya.
Menurut Tim Penyusun Panduan CHSE Paralayang sekaligus Ketua Komite Paralayang dan Gantolle Djoko Bisowarno didampingi Ketua Bidang Paralayang PB FASI Wahyu Yudha Dewanto, sejumlah provinsi di Indonesia yang aktif dalam wisata paralayang sudah dilaksanakan.
“Termasuk Sulut didalamnya dibuat dengan maksud kedepan lebih memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku untuk pencegahan dan pengendalian virus Covid 19,” ujar Bisowarno.
Terkait itu pula dirinya datang sekaligus sebagai nara sumbernya sembari menyampaikan, simulasi pelaksanaan di lapangan turut digelar dan menghadirkan respon antusias oleh pesertanya.
Danlanud Sam Ratulangi Marsma TNI M Satriyo Utomo SH tak pelak memberi apresiasi atas agenda tersebut.
Dirinya merupakan Ketua FASI Sulut berpendapat, agar seluruh pihak yang terkait dengan wisata paralayang menerapkan materi dan simulasi yang telah didapat dengan tepat.
“Diingatkan pula, agar penerapan SOP yang berlaku ketika beraksi di udara, khususnya aktifitas paralayang di Sulut diperhatikan,” ungkapnya.
Diketahui, kegiatan itu bagian pula dari sertifikasi CHSE yang adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.
“Kedepannya pelaku serta lokasi wisata yang telah memenuhi persyaratan akan dilengkapi dengan sertifikat CHSE, untuk mendorong kepercayaan masyarakat terhadap industri pariwisata,” pungkasnya Danlanud. DKum 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed