oleh

Wiku : Daerah Tujuan Arus Balik Ke Daerah Wajib Karantina 5 Hari, WNA Dilarang Masuk

  Wiku : Daerah Tujuan Arus Balik Ke Daerah Wajib Karantina 5 Hari, WNA Dilarang Masuk

Prof Wiku Adisasmito


MANADO,kanaal+news
Pemerintah daerah (pemda) beserta Satgas daerah yang wilayahnya menjadi tujuan arus balik perlu bersiaga. 
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dimana adanya antisipasi untuk mencegah penularan agar tidak meluas. 
“Seperti apa upayanya, yaa tiap pelaku perjalanan wajib karantina 5 x 24 jam. Karena mobilitas di masa pandemi adalah aktivitas berisiko,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (20/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 
Lanjut dia, pos komando di desa dan kelurahan setempat untuk mengawasi pelaksanaannya. Dan melaksanakan upaya preventif lainnya secara paralel misalnya testing dan tracing yang masif. 
Menurutnya, itu demi meminimalisir peluang penularan COVID-19. 
“Berdasarkan data 15 Mei 2021 dari Polri, rapid test antigen acak dilakukan di 109 titik penyekatan sepanjang Pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Dari hasil tersebut, ditemukan 226 hasil positif dari 77.068 tes yang dilakukan,” ujarnya.
Munculnya kasus positif temuan menurut dia, akan dirujuk ke pusat isolasi mandiri terdekat yang telah disiapkan satgas daerah.
Kemudian bagi pelaku perjalanan internasional, pemerintah masih mempersiapkan tahapan pembukaan travel corridor arrangement Singapura – Batam. Dan tentunya mempertimbangkan kondisi pandemi di Singapura dan berbagai wilayah Indonesia. Terutama Pulau Batam dan Bintan. “Keputusan yang diambil, tentunya mempertimbangkan keseimbangan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata,” lanjutnya. 
Ditambahkan, selain melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) yang datang dari India, pemerintah juga akan mengatur WNA pemegang Kartu Izin Tinggal Sementara dan Kartu Izin Tingg Tetap (KITAS/KITAP). 
“Ini bertujuan, mencegah meningkatnya penularan dari pelaku perjalanan internasional,” pungkasnya. DKum 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed