oleh

Banjir, Kloer : “Peninggalan” Yang Tak Terselesaikan

MANADO,kanaal+news – Masalah banjir yang melanda Manado pekan lalu, melanda seluruh kelurahan di Manado. Titik-titik genangan air nampak muncul.
Personil Komisi III DPRD Manado Mona Kloer SH MH mengkritisi, kalau persoalan tersebut tugas lama yang terpaksa harus dituntaskan pemerintahan baru Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS).
“Itu tugas baru yang harus ditanggung dan diibaratkan legacy kurang baik pemerintahan lama serta ditanggung pemerintahan sekarang tampaknya. Ini juga oleh warga dikeluhkan ke komisi kami,” kata Kloer, Minggu (18/7).
Menurutnya, menjadi urgent keadaan dan membuat komisinya harus membahas bersama dengan Ketua juga dua wakil ketua DPRD Manado, bersama dua top eksekutif AARS.
Ketua DPC Gerindra Manado ini menuturkan, wilayah bentaran sungai misalkan untuk usaha penggerukan beberapa tahun terakhir.
“Dan baru sekarang dilakukan dibawah kepemimpinan AARS beberapa hari yang lalu,” jelasnya.
Kondisi tersebut terjadi pula di saluran drainase setelah Kloer dan jajaran Komisi III menemukan pula adanya genangan lokal hampir di seluruh kecamatan yang tak ada normalisasi.
Kendalanya didapati, terbatasnya tenaga yang oleh penyampaian petugas dari Dinas PUPR Bidang Cipta Karya mereka dibatasi oleh kurangnya tenaga dan hanya memiliki empat tim untuk seluruh Manado.
Meski telah ditambah pasukan gorong-gorong tetap juga memunculkan tak efektif akibat kekurangan peralatan seperti di Kecamatan Malalayang.
“Jika dilihat, jumlah titik drainase sepanjang 500 ribu lebih kilometer. Pasti jumlah tersebut tak cukup,” sambungnya.
Tak beda jauh, pohon-pohon yang kurang estetika karena ketika angin dan hujan lebat rawan tumbang.
Dari penuturan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado Bidang Pemangkasan bahwa kekurangan personil terjadi.
Kata dia, petugas hanya memiliki tiga tim, dimana cuma mempunyai juga dua unit Mobil kren, namun satu rusak ditambah dua senso pemotong. Padahal, puluhan ribu pohon perlu dipangkas memang.
“Memang perlu penambahan tenaga seharusnya dipikirkan atas kebutuhan tersebut,” tuturnya.
Namun, kondisi itu diyakini akan ditindaklanjuti pemerintah sekarang, meski merupakan warisan pemerintahan lama.
Tambahnya, pekerjaan rumah di lapangan tersebut perlu diperbaharui.
“Kita semua berharap, keadaan dapat diperbaiki dan berdoa AARS tetap kuat serta sehat dan menjalankan tugas-tugas tersebut,” kuncinya. DKum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed