oleh

Hak Pedestrian Menghilang, Datau-Rurubua Sorot ‘Tajam’ Kasat Pol-PP

MANADO,kanaal+news
Dua anggota DPRD Manado Lucky Datau dan Jurani Rurubua meminta hak pedestrian atau pejalan kaki di trotoar-troyoat Kota Manado ketat diawasi pemanfaatannya.
Polisi Pamong Praja (Pol-PP) yang sebagai petugas perda mereka sebut kurang turun tangan.
Menurut Datau, 10 sampai 20 persen trotoar sudah dialihfungsikan dengan sengaja tapi tak ada tindak lanjut dari instansi tersebut.
“Kejadian pembiaran sepertinya begitu karena dirasakan sejak 5 sampai 10 tahun terakhir ini,” tegas Datau disela-sela pembahasan Pansus RPJMD, Selasa (27/7/21).
Potensi yang mengindikasi penghalang bagi Pedestrian ditemui seperti trotoar menjadi tempat parkir, dipakai berjualan dan pejalan kaki memakainya menjadi sempit.
Dia berpendapat, banyak sekali Pol-PP Manado yang ada dan mereka dapat bagi-bagi untuk turun melakukan pengawasan.
“Tindakan menjaga estetika kota seperti itu harus diberlakukan, agar kenyamanan diperoleh,” ujar politisi PAN tersebut.
Hal itu mendapat sanggahan langsung Kasat Pol-PP Manado Hanny Waworuntu, sembari beralasan mereka sudah maksimal sejauh ini mereka bertugas.
Ditambah lagi, sedang mendapat dari Walikota dan Wakil walikota Manado dalam hal tindakan mengawasi vaksinasi.
Rurubua sendiri bereaksi kalau kasat dengan tata cara penyampaian begitu, seakan menantang mereka.
Dia pun menyebut, kalau kasat terlalu banyak mulut.
Ketua PSI Manado ini menuturkan, kalau lebih wajar kasat menerima saja dan mengatakan akan menindaklanjuti lebih jauh lagi tanpa harus memberi perdebatan.
“Tapi ini malah seperti mengajak menantang. Makanya di rapat tadi saya berani menyebut pak kasat terlalu banyak mulut,” ungkapnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed