oleh

FOTO-BERITA : Sambut HUT, Mapala Equil-Palamik Kolaborasi Tanam Terumbu Buatan Di Malalayang

Para penyelam dalam situasi penanaman di bawah air.

MANADO,kanaal+news
Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Equil FEB Unsrat laksanakan pelestarian terumbu karang buatan (Artificial Reef) di bawah laut, Selasa (5/10/21) di Kampung Kinamang, Kecamatan Malalayang II. Ini bagian menjelang HUT Ke-33 mereka.

Sesaat sebelum memulaikan aktifitas.

Ketua MPA Equil Fitria Makalalag didampingi Ketua Panitia Febyyanti Lombonaung dan Sekertaris Diandra Kandouw mengatakan, terumbu karang itu dapat berupa sarana tinggal biota laut. Yakni, ikan dan satwa lain di laut.

Ketua Mapala Equil Fitria Makalalag dan Ketua Palamik Melisa Mandolang.

“Program ini disiapkan untuk menyambut ultah Mapala kami nanti,” ujarnya.
Perihal pelaksanaannya, lanjut dia, sudah dilakukan persiapan oleh organisasi yang akrab juga disingkat MPA.

Materi siap diangkut.

Seputar survei lokasi, pembuatan coral itu dan sudah pasti, maka materi untuk ditanam dibuat.
“Tepat di belakang Poltekes Malalayang atau di Sekretariat Forum Nelayan Pesisir Pantai (FNPP) Malalayang II penanamannya,” jelas dia.

Satu per satu dibawa.

Ceritanya, sekira 40 menit jangkauan waktu untuk mengatur materi coral buatan sedalam 12 meter dari atas permukaan laut, dan juga ditata membentuk tulisan MPA Equil.

Perahu pengangkut segera ke titik tanam.

Sedangkan, dari garis pantai ke tempat pemasangan 10 meter atau melewati warna air yang tampak kabur.
Menariknya, Mapala Equil tak sendiri karena melakukan kerjasama dengan Pencinta Alam Ilmu Kelautan (Palamik) Unsrat dengan dipimpin langsung ketuanya, Melisa Mandolang.

Peralatan penyelam pun disiapkan.

Menerjunkan 5 penyelam, mereka yang rata-rata memiliki lisensi atau jam terbang tinggi di dalam air ikut serta.

Penyelam saat menata materi di dasar laut.

Dan, usai penanaman, kesempatan itu dilanjutkan dengan pemberian materi menyelam oleh personil penyelam Palamik berupa pengenalan dasarnya.

Suasana penanaman.

Kesempatan baik itu diambil beberapa anggota Mapala Equil untuk mengikutinya.
Terkait penanaman Artifisial Reef tersebut, senior Mapala Equil Andre Lombogia dan Devy Kumaat yang hadir menuturkan, pelaksanaannya tampak maksimal.

Waktu yang diperkirakan 1-2 jam berhasil diselesaikan sekira 40 menit saja.

Pasalnya, butuh keseriusan dan perlengkapan tak murah, namun untungnya mereka mendapat bantuan dari pihak SAR Manado dan seorang Anggota Istimewa (AI) Mapala Equil untuk peralatan selamnya.

Para penyelam muncul ke permukaan usai bertugas.

Mereka pun berharap, aksi seperti itu dapat dilakukan organisasi lain termasuk juga unsur instansi apa pun demi keberlangsungan biota laut.
Kata Lombogia, akan ada dampak baik ke depan, jika program seperti itu ada dan berkelanjutan demi masyarakat nelayan serta lainnya.

Sebelum kembali turun, materi pengenalan selam digelar.

Tambah dia, ini bisa jadi pemicu pemulihan ekonomi bagi warga pesisir pula.
“Di tengah pandemi ini, penerapan pemulihan ekonomi sedang dipacu dan lewat pelaksanaan Artifici Reef bisa mendorong perbaikan pula,” pungkas mereka. ****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed