oleh

Puluhan Atlet dan Ofisial Di PON XX Terkonfirmasi Covid-19, Hartarto Sebut Pemda Awasi Kepulangan

Salah satu venue di PON XX. (foto PB PON)

MANADO,kanaal+news
Sebanyak 45 atlet atau ofisial dari 16 cabang olahraga (cabor) di PON XX Papua, terjangkit virus Covid-19, sampai pada Minggu (9/10/21).

Kasus tersebut muncul di cabor Sepatu Roda, Bermotor, Cricket, Panahan, Catur, Taekwondo, Tenis, Judo, Softball, Sepak Bola, Sepak Takraw, Basket, Futsal, Wushu, dan Anggar.

Diperoleh juga, 15 provinsi dari 34 provinsi peserta yang terjangkit adalah Jateng, Bali, Jambi, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Papua, Jatim, Maltara, Kaltim, NTB, Sumut, Kaltara, Riau, Kalteng, dan Jabar.

Ada pun rincian atlet dan ofisial sedang dalam perawatan sebanyak 34 orang.
Di Kota Jayapura 8 orang, Kabupaten Jayapura 13 orang, Kabupaten Mimika 1 orang dan Kabupaten Merauke 12 orang.

Mereka yang sembuh terdata 9 Oktober 2021 itu sebanyak 9 orang, tersebar di Kota Jayapura 6 dan Kabupaten Mimika 3.

Terkait penanganan pengawasan untuk kepulangan atlet, ofisial serta pendukung,
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) meminta, sejumlah kementerian dan instansi vertikal lain sampai di Pemda dapat memperhatikan kondisi tersebut.

Dia meminta Mentri Kesehatan agar menugaskan tim untuk tetap mengawasi atlet yang masih berada di Papua.

Terus pula merawat jika ada atlet yang terpapar Covid-19. Mereka itu, harus diisolasi dulu di Papua dan melakukan tes sampai hari ke-5.

“Ini akan berlaku sampai H+5 setelah penutupan PON, termasuk untuk kapal yang digunakan untuk isolasi terapaung yang ada di Papua. Menhub agar tetap menugaskan sampai H+5,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan PON XX 2021, secara virtual, di Jakarta, Minggu (10/10/21).

Soal penerapan pengawasan disampaikan, mereka harus melaksanakan tes PCR sejak dari keberangkatan sebelum penerbangan dari Papua. Dan, melakukan lagi tes PCR setelah tiba di bandara di daerahnya.

Masuknya aturan, mereka menjalankan karantina mandiri selama 5 hari di lokasi yang sudah disiapkan oleh pemda masing-masing.

“Apa bila pemda tidak menyediakan, maka Satgas Covid-19 Pusat akan bekerja sama dengan Satgas Covid-19 daerah serta KONI daerah, untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat tersebut,” ujarnya.*****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed